Alpro - Pascal 4

Selasa, 24 Desember 2013

Elemen - Elemen Program Pascal
Untuk mempelajari suatu bahasa komputer guna dapat membuat program dengan benar dan dapat mengembangkannya, langkah pertama yang harus kita ketahui terlebih dahulu adalah mengenal struktur dari program yang akan dibuat dengan bahasa tersebut. Selanjutnya mengetahui elemen-elemen yang membentuk program tersebut. Elemen-elemen program Pascal sebagai berikut :
A.  Simbol-Simbol Dasar
Program Pascal dapat dibentuk dari simbol-simbol yang terdiri dari hurufhuruf, angka-angka dan simbol-simbol khusus.
1.    Huruf
Huruf yang digunakan adalah huruf A sampai dengan Z, a sampai dengan z dan garis bawah _ (garis bawah). Huruf besar dan huruf kecil dianggap sama, tidak dibedakan.
2.    Angka
Angka yang digunakan adalah angka 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
3.    Simbol khusus
Simbol khusus yang dapat digunbakan adalah:+ - * / = ^ ()[]{}.,:;’#$ <= >= :=.. (* *) (. .)
B.  Kata Cadangan
Kata cadangan adalah kata-kata yang sudah didefiniskan oleh Pascal yang mempunyai maksud tertentu. Kata-kata cadangan tidak boleh didefinisikan ulang oleh pemakai, sehingga tidak dapat dipergunakan sebagai pengenal. Contoh kata cadangan:
And
Array
Begin
Case
Const
Div
Do
Downto
Else
End
File
For
Forward
Function
Gito
If
In
Label
Mod
Nil
Not
Of
Or
Procedure
Program
Record
Repeat
Set
Shl
Shr
String
Then
To
Type
Until
Uses
Var
While
With
Xor
C. Pengenal (Identifier) Didefinisikan Pemakai
Nama yang dipergunakan di dalam program Pascal disebut dengan pengenal. Pemakai dapat mendefinisikan sendiri suatu nama sebagai pengenal untuk tipe, pengenal konstanta, pengenal variabel, pengenal prosedur, pengenal fungsi, pengenal unit, pengenal program dan pengenal record. Pengenal yang didefinsikan sendiri bebas, tetapi harus mengikuti ketentuan sebagai berikut.
1.  Terdiri dari gabungan huruf dan angka dengan karakter pertama harus berupa huruf. Huruf besar dan huruf kecil dianggap sama.
2.  Tidak boleh mengandung spasi kosong.
3.  Tidak boleh mengandung simbol-simbol khusus, kecuali garis bawah.
4.  Panjangnya bebas, tetapi hanya 63 karakter pertama yang dianggap siginifikan.
Contoh :
Pengenal
Keterangan
Nama Siswa
Benar
No_Induk
Benar
P3K
Benar
1X
Salah, karakter pertama harus huruf
A & B
Salah, tidak boleh mengandung simbol khusus
A    B
Salah, tida k boleh ada spasi kosong
D. Tipe Data
Kalau kita menggunakan pengenal variabel di dalam program, maka variabel tersebut harus kita deklarasikan terlebih dahulu. Pada waktu kita mendeklarasikan suatu variabel, maka kita harus menentukan tipe dari datanya. Tipe data data ini menunjukkan suatu nilai yang dapat digunakan oleh variabel bersangkutan.
1.  Tipe data numerik integer
Data numerik integer merupakan nilai bilangan bulat baik dalam bentuk desimal maupun hexadesimal. Nilai integer hexadesimal diawali dengan tanda dollar ($). Turbo Pascal menyediakan 5 macam tipe data integer yang masing-masing mempunyai jangkauan nilai yang berbeda seperti di bawah ini.
Tipe
Ukuran Memori
Jangkauan Nilai
Byte
1 byte
0 .. 255
ShortInt
1 byte
-128 .. 127
Integer
2 byte
-32768 .. 32767
word
2 byte
0 .. 65535
LongInt
4 byte
-2147483648 .. 2147483647
2.  Tipe data numerik real
Nilai konstanta numeril real berkisar dari 1E-38 sampai dengan 1E+38 dengan mantisa yang signifikan sampai dengan 11 digit. E menunjukkan nilai 10 pangkat. Nilai konstanta numeril real menempati memori sebesar 6 byte.
3.  Tipe data karakter
Nilai data karakter berupa karakter yang ditulis diantara tanda petik tunggal, seperti ‘A’, ‘a’, ‘!’, ‘5’ dan sebagainya. Penggunaan variabel untuk menyimpan data tipe karakter ini harus dideklarasikan dengan tipe Char.
4.  Tipe data string
Nilai data string merupakan urut-urutan dari karakter yang terletak di antara tanda petik tunggal. Bila karakter petik merupakan bagian konstanta satring, maka dapat ditulis dengan menggunaan dua buah petik tunggal berurutan. Nilai data string akan menemapati memori sebesar banyaknya karakter stringnya ditambah dengan 1 byte. Bila panjang dari suatu string di dalam deklarasi variabel tidak disebutkan, maka dianggap panjangnya adalah 255 karakter.
5.  Tipe data boolean
Tipe data boolean mempunyai dua buah nilai, yaitu True dan False. Kita dapat mendeklarasikan suatu variabel dengan tipe boolean dan mengisi variabel tersebut dengan nilai data boolean True atau False. Tipe data ini tidak dapat dioperasikan kedalam bentuk aritmatika.
6.  Tipe data pointer
Suatu pointer adalah suatu variabel yang berisi alamat di memori. Dengan kata lain, pointer akan menunjukkan letak dari data di memori.
7.  Tipe data ordinal
Tipe data ordinal adalah tipe data yang merupakan subset dari tipe data sederhana. Yang dimaksud tipe data sederhana sebenarnya adalah semua tipe data sederhana kecuali tipe data numeril real. Jadi yang termasuk tipe data ordinal adalah:
a.  Tipe data standar (Inetgerm, ShortInt, LongInt, Byte, Word, Boolean Char)
b.  Tipe data yang didefinisikan sendiri oleh pemakai.
Tipe daya ordinal mempunyai 4 karakteristik sebagai berikut.
1.  Nilai dari tipe data ordinal mempunyai nilai yang berurutan.
2.  Fungsi standar Ord dapat digunakan untuk menghasilkan nilai urutannya.
3.  Fungsi standar Pred dapat digunakan untuk mengasilkan nilai urutan sebelumnya.
4.  Fungsi standar Succ dapat digunakan untuk menghasilkan nilai urutan sesudahnya.
E.  Karakter Kontrol
Turbo Pascal memungkinkan karakter-karakter kontrol untuk dilekatkan di dalam suatu string. Dua buah notasi digunakan untuk karakter kontrol, yaitu:
1.  Simbol # yang diikuti oleh suatu nilai integer diantara 0 sampai dengan 255, baik berupa nilai desimal maupun hexadesimal untuk menunjukkan suatu karakter yang dihubungkan dengan kode ASCII.
Contoh:
#65 (ASCII 65 adalah karakter A)
2.  Simbol ^ diikuti oleh suatu akrakter, menunjukkan hubungannya dengan karakter kontrol.
Contoh:
^G (Control-G berarti bel, sama dengan ACSII 7)
F.     Tanda Operasi
Tanda operasi di dalam bahasa Pascal dikelompokkan ke dalam 9 kategori, yaitu:
1.  Assigment operator
Assignment operator adalah operator pengerjaan, operator ini menggunakan simbol titik dua diikuti oleh tanda sama dengan (:=).
2.  Binary operator
Binary operator adalah tanda operasi biner, karena operator ini dignakan untuk mengoperasikan dua buah operand. Operand dapat berbentuk konstanta ataupun variabel. Operator ini digunakan untuk operasi aritmamtika yang berhubungan dengan nilai tipe data integer dan real.
Operator
Operasi
Tipe Operand
Tipe Hasil
*
Perkalian
Real, real
Integer, integer
Real, integer
Real
Integer
Real
DIV
Pembagian bulat
Integer, integer
Integer
/
Pembagian real
Real,real
Integer, integer
Real, integer
Real
Real
Real
MOD
Sisa Pembagian
Integer, integer
integer
+
Penambahan
Real, real
Integer, integer
Real, integer
Real
Integer
Real
_
Pengurangan
Real, real
Ineteger, integer
Real, integer
Real
Integer
real
Operator DIV digunakan untuk pembagian dengan hasil yang dibulatkan ke bawah atau menghilangkan angka pecahannya.
3.  Unary operator
Unary operator adalah operator yang hanya menggunakan sebuah operand saja, yaitu tanda plus atau minus. Tanda ini digunakan diawal angka.
4.  Bitwise operator
Bitwise operator digunakan untuk operasi bit per bit pada nilai binari (biner). Acuan bilangan desimal ke bilangan biner sebagai berikut.
Desimal          Binner
0=0                  0
1=20               1
2=21               10
4=22               100
8=23               1000
16=24                         10000
32=25                         100000
dst…               dst…
Pangkat pada desimal merupakan jumlah nol pada biner.
a.  Operator NOT
Operator Not digunakan untuk pembalikan bitwise, yaitu nilai bit 1 menjadi bit 0 dan sebaliknya nilai bit 0 menjadi bit 1.
b.  Operator And
Operator And digunakan untuk membandingkan dua buah elemen, hasilnya akan benar bila keduanya benar. Bila logika benar diberi simbol 1 dan logika salah diberi simbol 0, maka hubungan operator And tampak pada tabel berikut.
A
B
A & B
1
1
1
1
0
0
0
1
0
0
0
0
Tabel operator AND
c.  Operator Or
Operator Or digunakan untuk membandingkan dua buah elemen, hasilnya akan benar bila salah satu atau keduanya benar. Bila logika benar diberi simbol 1 dan logika salah diberi simbol 0, maka hubungan operator Or tampak pada tabel berikut.
A
B
A Or B
1
1
1
1
0
1
0
1
1
0
0
0
Tabel Hubungan operator Or
d.  Operator Xor
Operator Xor digunakan untuk membandingkan dua buah elemen, hasilnya akan benar bila salah satunya saja yang benar. Bila logika benar diberi simbol 1 dan logika salah diberi simbol 0, maka hubungan operator Xor tampak pada tabel berikut.
A
B
A Or B
1
1
0
1
0
1
0
1
1
0
0
0
Tabel Hubungan operator Xor
5.  Operator Shl
Operator Shl digunakan untuk menggeser sejumlah bit ke kiri dengan nilai bit 0 atau menambah jumlah nol (0) ke kanan.
6.  Operator Shr
Operator Shr digunakan untuk menggeser sejumlah bit ke kanan dengan nilai bit 0 atau membuang angka paling kanan.
7.  Operator Hubungan
Operator hubungan digunakan untuk membandingkan hubungan antara dua buah operand dan akan didapatkan hasil tipe boolean yaitu true atau false.
Operator    Operasi
=          sama dengan
<>        tidak sama dengan
>          lebih dari
>=        lebih dari sama dengan
<          kurang dari
<=        kurang dari sama dengan
IN        seleksi dari anggota himpunan
5.  Relational operator
6.  Logical operator
7.  Adress operator
8.  Set operator
                   9. String operator

Tidak ada komentar: